Jakarta, 17 September 2026 – Marc Marquez bertekad memanfaatkan momentum positif ketika tampil pada MotoGP Austria 2026 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, pada 18-20 September. Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih hasil sempurna pada seri sebelumnya di San Marino. Marquez memenangi Sprint dan balapan utama sehingga mengumpulkan tambahan maksimal 37 poin. Hasil tersebut sekaligus membawanya ke puncak klasemen sementara MotoGP 2026 untuk pertama kalinya musim ini. Marquez kini mengoleksi 274 poin, sama dengan Jorge Martin yang berada di posisi kedua. Pembalap asal Spanyol itu berhak berada di posisi teratas karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak.
Kebangkitan Marquez menjadi salah satu cerita utama dalam persaingan gelar musim ini. Ia sebelumnya sempat tertinggal hingga 102 poin sebelum secara perlahan memangkas jarak melalui serangkaian hasil kuat. Dalam tujuh putaran terakhir, Marquez berhasil meraih lima kemenangan Grand Prix dan kembali masuk dalam persaingan utama perebutan gelar. Performa tersebut mencapai momentum penting ketika ia menyapu bersih akhir pekan di Misano. Marquez menilai kemenangan di hadapan para pendukung Ducati memberikan tambahan motivasi besar menjelang Austria. Ia ingin mempertahankan ritme tersebut ketika menghadapi salah satu lintasan yang secara historis sangat cocok dengan karakter Ducati.
Red Bull Ring memang memiliki catatan istimewa bagi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Sejak kemenangan Andrea Iannone pada 2016, Desmosedici selalu mampu mencatatkan setidaknya satu kemenangan di Red Bull Ring setiap musim dalam satu dekade terakhir apabila dua balapan pada 2021 turut diperhitungkan. Karakter lintasan sepanjang 4,35 kilometer itu memiliki banyak zona pengereman keras dan akselerasi yang sesuai dengan kekuatan motor Ducati. Marquez sendiri berhasil memenangi Sprint dan balapan utama MotoGP Austria pada musim 2025. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki referensi yang cukup baik mengenai kebutuhan motor di Spielberg. Meski demikian, ia tidak ingin menganggap hasil bagus akan datang dengan mudah.
Marquez menegaskan seluruh anggota tim harus memaksimalkan momentum positif yang mereka miliki. Ia merasa tampil kompetitif di Austria pada musim sebelumnya, tetapi kondisi persaingan tahun ini berbeda dan membutuhkan pendekatan yang tepat sejak sesi pertama. Pengaturan motor menjadi penting karena Red Bull Ring menuntut kestabilan saat pengereman sekaligus kemampuan akselerasi yang kuat ketika keluar tikungan. Kesalahan kecil dapat memberikan dampak besar karena sejumlah bagian lintasan menawarkan peluang menyalip. Marquez juga harus memperhatikan performa para pembalap Aprilia dan KTM yang berpotensi memberikan tekanan. Karena itu, fokus utamanya adalah membangun kecepatan secara bertahap sepanjang akhir pekan.
Persaingan dengan Jorge Martin menjadi perhatian utama karena keduanya tiba di Austria dengan jumlah poin yang sama. Martin mengalami masalah arm pump ketika tampil pada Grand Prix San Marino dan kondisi tersebut akan kembali diuji di Red Bull Ring. Karakter sirkuit yang memiliki pengereman keras berulang kali dapat memberikan tekanan besar terhadap lengan pembalap. Martin akan menggunakan rangkaian sesi Austria untuk mengevaluasi apakah masalah tersebut membutuhkan tindakan medis lebih lanjut. Meski demikian, Marquez tidak ingin terlalu memikirkan kondisi rivalnya dan memilih berkonsentrasi terhadap performanya sendiri. Dengan delapan putaran masih tersisa setelah 14 Grand Prix, perebutan gelar masih terbuka lebar.
Marco Bezzecchi juga belum dapat dikesampingkan dari persaingan meskipun mengalami akhir pekan mengecewakan di Misano. Pembalap Aprilia tersebut berada 33 poin di belakang Marquez dan Martin setelah gagal menyelesaikan balapan utama San Marino. Sementara itu, Pedro Acosta menunjukkan perkembangan bersama KTM setelah naik podium di Misano. Kehadiran sejumlah pembalap dengan kecepatan kompetitif membuat Marquez menyadari kemenangan di Austria tidak dapat dianggap sebagai kepastian. Ia harus menjaga konsistensi pada Sprint maupun balapan utama agar tidak kehilangan momentum. Setiap poin menjadi semakin penting ketika musim memasuki delapan seri terakhir.
Ducati Lenovo Team juga berharap Francesco Bagnaia dapat kembali menunjukkan performa kompetitif di Austria. Bagnaia mengalami akhir pekan sulit di Misano dan gagal menyelesaikan balapan utama setelah terjatuh. Red Bull Ring menjadi salah satu lintasan yang memiliki sejarah positif bagi pembalap Italia tersebut karena ia pernah beberapa kali meraih kemenangan di sana. Bagnaia berharap karakter sirkuit dapat membantunya kembali menemukan feeling terbaik bersama Desmosedici GP. Jika mampu tampil di barisan depan, keberadaannya dapat memperkuat posisi Ducati dalam persaingan konstruktor dan tim. Ducati sendiri memasuki seri Austria sebagai pemimpin klasemen konstruktor dengan 412 poin.
MotoGP Austria menjadi seri ke-15 dari kalender musim 2026 sekaligus awal fase penting dalam perebutan gelar. Marquez datang sebagai pemimpin klasemen setelah berhasil menghapus defisit besar yang sempat memisahkannya dari posisi teratas. Kemenangan di Aragon dan San Marino membuat kepercayaan dirinya meningkat menjelang pertarungan di Red Bull Ring. Namun, kesamaan poin dengan Martin membuat setiap kesalahan dapat langsung mengubah posisi klasemen. Marquez karena itu ingin memanfaatkan momentum tanpa mengambil risiko yang tidak diperlukan. Hasil di Austria akan menjadi salah satu indikator penting mengenai arah persaingan gelar sebelum MotoGP memasuki rangkaian balapan berikutnya.