Jakarta, 21 September 2026 – Maudy Ayunda menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah kontennya mengenai mindfulness di tengah derasnya berita buruk menuai kritik dari warganet. Aktris sekaligus penyanyi tersebut mengunggah pernyataan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 20 September 2026. Maudy mengaku telah mengambil waktu untuk mendengarkan berbagai tanggapan sekaligus merefleksikan kembali pesan yang sebelumnya ia sampaikan. Ia menyadari konten tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan kemarahan bagi sebagian masyarakat. Maudy juga mengakui terdapat perspektif dan konteks yang belum cukup dipertimbangkannya ketika membuat konten tersebut. Pengalaman itu membuatnya merasa masih perlu banyak belajar dalam menggunakan ruang publik yang dimilikinya.
Kontroversi tersebut bermula dari video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah Maudy melalui kanal YouTube pribadinya pada 21 Agustus 2026. Dalam video itu, Maudy membagikan pengalaman pribadinya ketika menghadapi derasnya informasi dan berbagai kabar buruk. Banyaknya informasi yang diterima setiap hari menurutnya dapat memengaruhi kondisi emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, Maudy memilih mengatur informasi yang dikonsumsi dengan menyaring sumber berita, menentukan bacaan, dan berdiskusi dengan orang yang dianggap memahami persoalan tertentu. Cara tersebut merupakan bagian dari upayanya menjaga diri agar tidak merasa kewalahan. Namun, sejumlah bagian dari pembahasan tersebut kemudian mendapatkan respons berbeda dari sebagian penonton.
Salah satu hal yang paling banyak diperbincangkan adalah gagasan untuk mengambil jarak sementara dari derasnya pemberitaan atau melakukan semacam “diet berita”. Sejumlah warganet menilai pilihan tersebut tidak dapat dilakukan oleh semua orang, terutama mereka yang secara langsung menghadapi persoalan sosial, ekonomi, maupun peristiwa yang sedang diberitakan. Kritik juga muncul karena pembahasan tersebut dinilai belum cukup mempertimbangkan perbedaan kondisi kehidupan setiap orang. Perspektif mengenai privilese kemudian menjadi bagian penting dalam perdebatan yang berkembang di media sosial. Maudy mengikuti berbagai respons tersebut dan kemudian mengevaluasi kembali pesan yang telah disampaikannya. Ia mengakui ada sudut pandang yang sebelumnya belum cukup mendapat tempat dalam kontennya.
Sebelum menyampaikan permintaan maaf terbaru, Maudy sebenarnya telah memberikan tanggapan melalui kolom komentar video tersebut pada 13 September 2026. Saat itu, ia mengakui bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari pemberitaan merupakan sebuah privilese. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama ketika suatu peristiwa secara langsung berdampak terhadap kehidupan, keluarga, pekerjaan, maupun komunitas mereka. Maudy mengatakan bagian tersebut belum cukup ia refleksikan ketika membuat video. Ia juga menjelaskan bahwa pembahasan mindfulness yang disampaikannya tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk tidak peduli terhadap keadaan. Sebaliknya, ia ingin membagikan pengalaman mengenai cara menjaga kondisi diri agar tetap dapat hadir dan terlibat secara berarti.
Respons tersebut rupanya belum menjadi akhir dari evaluasi Maudy terhadap kontroversi yang berkembang. Dalam pernyataan terbaru pada 20 September, ia kembali menyampaikan permintaan maaf dengan penjelasan yang lebih luas. Maudy mengakui bahwa apa yang disampaikannya dapat terasa jauh dari realitas maupun pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang. Ia menyatakan masih perlu lebih banyak mendengar, meningkatkan kepekaan, memperkuat empati, dan membuka diri terhadap perspektif yang berbeda dari pengalaman pribadinya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya menanggapi kritik mengenai isi video, tetapi juga mengevaluasi posisi serta tanggung jawabnya sebagai figur publik. Maudy menyebut proses tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang akan terus dijalaninya.
Maudy juga menyinggung mengenai akses dan privilese yang dimilikinya. Sebagai figur publik dengan platform yang luas, ia menyadari setiap pernyataan yang disampaikan dapat menjangkau banyak orang dan memperoleh respons yang beragam. Kondisi tersebut menurutnya membawa tanggung jawab lebih besar dalam menggunakan ruang yang dimiliki. Ia mengakui terdapat situasi ketika dirinya dapat lebih hadir ataupun menyampaikan sikap terhadap persoalan tertentu. Kesadaran tersebut menjadi salah satu hal yang muncul setelah dirinya mendengarkan berbagai kritik mengenai konten mindfulness. Ke depan, Maudy berjanji berusaha lebih bijaksana dalam menggunakan platform dan kapasitas yang dimilikinya.
Kontroversi tersebut sekaligus memperlihatkan kompleksitas pembahasan mengenai kesehatan mental dan konsumsi informasi di ruang publik. Membatasi paparan terhadap informasi tertentu dapat menjadi strategi personal untuk mengelola rasa kewalahan, tetapi kondisi setiap individu tidak selalu sama. Sebagian masyarakat dapat memilih mengurangi konsumsi berita, sementara kelompok yang terdampak langsung oleh sebuah peristiwa mungkin tidak memiliki pilihan serupa. Perbedaan pengalaman inilah yang menjadi salah satu pusat kritik terhadap video Maudy. Dalam klarifikasinya, ia kemudian mengakui pentingnya konteks tersebut ketika membicarakan mindfulness. Pembahasan mengenai menjaga kesehatan mental, menurut penjelasannya, tidak dimaksudkan untuk menjadi alasan menjauh dari kepedulian terhadap persoalan yang terjadi.
Maudy turut berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan kritik, masukan, dan perspektif berbeda. Ia memahami permintaan maaf tidak otomatis menghapus kekecewaan yang sudah muncul setelah video tersebut menjadi perbincangan. Karena itu, ia memilih menempatkan kritik sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap cara dirinya berkomunikasi di ruang publik. Maudy juga tidak berusaha menutup perdebatan hanya dengan satu pernyataan klarifikasi. Ia menegaskan akan terus belajar untuk memahami pengalaman yang berbeda dari kehidupannya sendiri. Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk lebih berhati-hati ketika mengangkat isu yang berkaitan dengan kondisi sosial maupun pengalaman masyarakat.
Perdebatan mengenai video Mindfulness in the Age of Bad News telah berlangsung selama beberapa pekan sejak konten tersebut pertama kali diunggah. Awalnya video itu berangkat dari pengalaman personal Maudy dalam menghadapi banjir informasi yang membuat dirinya merasa kewalahan. Namun, setelah potongan pembahasannya menyebar lebih luas, percakapan berkembang menjadi diskusi mengenai empati, privilese, dan tanggung jawab figur publik. Maudy kemudian memberikan tanggapan pertama melalui YouTube sebelum akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui Instagram. Rangkaian tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah konten personal dapat memperoleh interpretasi berbeda ketika bertemu dengan pengalaman masyarakat yang lebih luas. Maudy pun memilih mengakui bahwa konteks yang ia pertimbangkan ketika membuat video tersebut belum cukup lengkap.
Melalui permintaan maaf terbarunya, Maudy menegaskan dirinya masih berada dalam proses belajar. Ia berkomitmen untuk lebih banyak mendengar sebelum menyampaikan pandangan mengenai persoalan yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Kepekaan terhadap perbedaan pengalaman menjadi salah satu hal yang ingin diperbaikinya setelah menerima berbagai tanggapan. Maudy juga menyadari posisi sebagai figur publik membuat kata-kata yang disampaikan memiliki konsekuensi lebih besar dibandingkan percakapan pribadi. Karena itu, ia berjanji lebih bijak memanfaatkan suara, akses, dan platform yang dimilikinya pada masa mendatang. Permintaan maaf tersebut sekaligus menjadi respons terbaru Maudy terhadap perdebatan panjang yang muncul setelah konten mindfulness miliknya menjadi sorotan publik.