Jakarta, 9 September 2026 – Kontingen Indonesia secara resmi dikukuhkan untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Sebanyak 430 atlet dari 35 cabang olahraga masuk dalam komposisi final Tim Indonesia yang akan membawa Merah Putih pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Pengukuhan berlangsung di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, dengan dihadiri atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga, serta jajaran terkait. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari memimpin prosesi pengukuhan, sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir sebagai pembina upacara. Agenda tersebut menjadi penanda bahwa persiapan kontingen telah memasuki tahap akhir sebelum pertandingan dimulai pada 19 September mendatang.
Jumlah 430 atlet merupakan komposisi akhir setelah dilakukan finalisasi melalui Delegation Registration Meeting atau DRM. Sebelumnya, Indonesia mendaftarkan 432 atlet dalam tahap entry by name, tetapi jumlah tersebut kemudian berkurang dua orang setelah seluruh proses administrasi dan pendaftaran diselesaikan. Chef de Mission Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu memastikan 430 atlet tersebut akan bertanding pada 35 cabang olahraga. Tidak dijelaskan secara terperinci nama maupun cabang olahraga dari dua atlet yang akhirnya tidak masuk dalam komposisi final. Perubahan jumlah tersebut tidak mengubah persiapan besar yang telah dilakukan untuk menghadapi persaingan di Jepang.
Selain 430 atlet, kontingen Indonesia diperkuat 145 ofisial yang akan mendampingi kebutuhan teknis setiap cabang olahraga. Tim Indonesia juga menyiapkan 78 tenaga pendukung yang terdiri atas dokter, fisioterapis, masseur, dan personel headquarter. Keberadaan tim pendukung menjadi penting karena ratusan atlet akan bertanding dalam jadwal yang berbeda dan tersebar di sejumlah lokasi. Dukungan medis, pemulihan kondisi fisik, transportasi, hingga koordinasi operasional harus berjalan tanpa mengganggu konsentrasi atlet. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari sistem pendukung kontingen selama berada di Aichi dan Nagoya.
Tim CdM bersama Komite Olimpiade Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melakukan berbagai persiapan sebelum pengukuhan. Salah satunya melalui kunjungan langsung ke pemusatan latihan nasional sejumlah cabang olahraga untuk mengetahui kebutuhan atlet menjelang keberangkatan. Koordinasi juga dilakukan dengan manajer tim, pelatih, dan federasi agar kebutuhan teknis maupun nonteknis dapat diselesaikan sebelum kompetisi. Todotua menegaskan tim CdM akan memberikan dukungan maksimal agar atlet tidak terbebani persoalan di luar pertandingan. Akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendukung lainnya akan terus dikoordinasikan selama Asian Games berlangsung.
Perjuangan sebagian anggota kontingen bahkan sudah dimulai sebelum prosesi pengukuhan berlangsung. Tim bola basket dan anggar menjadi beberapa rombongan yang telah lebih dahulu berangkat menuju Jepang pada Senin, 7 September 2026. Perjalanan mereka harus mengalami penyesuaian akibat gangguan penerbangan yang dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau. Rombongan harus menempuh jalur darat menuju Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan ke Singapura dan kemudian menuju Jepang. Perubahan perjalanan tersebut membutuhkan koordinasi dengan pihak penerbangan dan berbagai instansi agar atlet tetap dapat tiba sesuai kebutuhan persiapan.
Meski menghadapi kendala perjalanan, tim CdM memastikan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat kontingen. Persiapan fisik dan teknis telah dilakukan masing-masing cabang olahraga dalam beberapa bulan terakhir, termasuk melalui pemusatan latihan dan mengikuti kompetisi internasional. Beberapa atlet bahkan menjalani persiapan di luar negeri agar mendapatkan lawan tanding dan fasilitas latihan yang sesuai. Tahapan terakhir diarahkan untuk mempertahankan kondisi atlet agar mencapai performa terbaik ketika pertandingan dimulai. Pengaturan keberangkatan juga disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing cabang sehingga tidak seluruh atlet berangkat pada waktu yang sama.
Pemerintah menetapkan target empat medali emas bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Target tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian pada Asian Games Hangzhou 2022 ketika Indonesia membawa pulang tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan nomor pertandingan dan peta kekuatan olahraga Asia pada edisi kali ini. Sejumlah nomor yang sebelumnya memberikan medali emas bagi Indonesia juga tidak lagi dipertandingkan sehingga target perlu dihitung secara realistis. Meski demikian, pemerintah tetap berharap atlet mampu melampaui sasaran yang telah ditetapkan.
Erick Thohir meminta seluruh anggota kontingen menyatukan tekad sebelum memasuki arena pertandingan. Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di kawasan Asia Tenggara dinilai memiliki potensi untuk bersaing mendapatkan sebanyak mungkin medali. Target empat emas tidak dimaksudkan membatasi ambisi atlet, melainkan menjadi angka dasar berdasarkan evaluasi terhadap peluang masing-masing cabang olahraga. Setiap atlet tetap didorong untuk mengejar hasil tertinggi sesuai kemampuan mereka. Pemerintah berharap muncul kejutan dari cabang maupun nomor yang sebelumnya tidak ditempatkan sebagai unggulan utama.
Persaingan di Asian Games dipastikan berlangsung ketat karena Indonesia harus menghadapi kekuatan olahraga besar seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Iran, dan negara-negara lainnya. Tuan rumah Jepang diperkirakan tampil dengan kekuatan penuh karena memiliki keuntungan dari sisi adaptasi lingkungan dan dukungan publik. Indonesia karena itu membutuhkan konsistensi pada cabang unggulan sekaligus tambahan medali dari cabang potensial lainnya. Pengalaman sejumlah atlet yang sebelumnya meraih prestasi pada Olimpiade dan kejuaraan dunia menjadi modal penting menghadapi tekanan kompetisi. Mental bertanding juga menjadi faktor yang terus diperkuat menjelang keberangkatan.
Setelah pengukuhan di kawasan Gelora Bung Karno, kontingen Indonesia melanjutkan agenda menuju Kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti prosesi pelepasan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, Bendera Merah Putih diserahkan Presiden kepada atlet panjat tebing Veddriq Leonardo sebagai perwakilan kontingen. Prabowo mengingatkan para atlet bahwa kesempatan mewakili Indonesia merupakan sebuah kehormatan karena mereka membawa harapan ratusan juta masyarakat. Presiden meminta seluruh anggota kontingen memberikan kemampuan terbaik dan menunjukkan semangat pantang menyerah selama pertandingan. Pelepasan tersebut sekaligus menjadi dukungan pemerintah sebelum atlet berangkat menuju Jepang.
Tidak seluruh anggota kontingen dapat mengikuti langsung prosesi di Istana karena sebagian telah berada di Jepang maupun menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Sekitar 281 anggota kontingen menghadiri langsung agenda pelepasan tersebut. Kondisi itu menunjukkan proses keberangkatan dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Atlet yang telah berada di luar negeri tetap menjadi bagian dari kontingen final dan akan bergabung sesuai jadwal pertandingan. Koordinasi terus dilakukan agar seluruh anggota mendapatkan pelayanan dan dukungan yang sama selama mengikuti Asian Games.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dengan 430 atlet dari 35 cabang olahraga, 145 ofisial, dan 78 tenaga pendukung, Indonesia kini memasuki tahap akhir menuju kompetisi. Pengukuhan menjadi simbol bahwa seluruh proses administrasi dan persiapan utama telah diselesaikan, sementara fokus berikutnya beralih sepenuhnya kepada performa atlet. Target empat medali emas menjadi tantangan yang harus diperjuangkan di tengah persaingan ketat negara-negara Asia. Kontingen Merah Putih diharapkan tidak hanya memenuhi sasaran tersebut, tetapi juga menghadirkan pencapaian baru yang dapat mengangkat posisi Indonesia di panggung olahraga Asia.