Pertandingan antara England national football team dan Ghana national football team di Piala Dunia 2026 tidak hanya menarik perhatian karena persaingan di atas lapangan. Menjelang laga tersebut, berbagai cerita dan mitos seputar praktik spiritual yang kerap dikaitkan dengan sepak bola Afrika kembali menjadi bahan perbincangan publik.
Dalam beberapa dekade terakhir, sepak bola Afrika sering diwarnai cerita mengenai peran dukun atau tokoh spiritual yang dipercaya sebagian pihak dapat membantu meningkatkan keberuntungan tim. Meski tidak pernah terbukti secara ilmiah, kisah-kisah semacam ini terus menjadi bagian dari folklore sepak bola yang menarik perhatian penggemar.
Menjelang duel melawan Inggris, sejumlah media dan pendukung kembali membahas cerita-cerita lama mengenai praktik spiritual yang pernah dikaitkan dengan tim-tim Afrika dalam berbagai turnamen internasional. Isu tersebut semakin ramai karena Ghana dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki tradisi budaya dan kepercayaan yang kuat di tengah masyarakatnya.
Di sisi lain, kubu Inggris memilih fokus sepenuhnya pada persiapan teknis dan taktis. Para pemain dan staf pelatih lebih menaruh perhatian pada kondisi fisik, strategi permainan, serta analisis kekuatan lawan daripada berbagai spekulasi yang berkembang di luar lapangan.
Banyak pengamat menilai bahwa cerita mengenai “perang santet” lebih merupakan bagian dari warna dan narasi unik sepak bola ketimbang faktor yang benar-benar memengaruhi hasil pertandingan. Pada level kompetisi tertinggi seperti Piala Dunia, kualitas pemain, organisasi tim, dan kemampuan menjalankan strategi tetap menjadi penentu utama.
Ghana sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa kompetitif di fase grup. Sementara Inggris berusaha melanjutkan tren positif mereka untuk mengamankan posisi terbaik di klasemen dan memperbesar peluang melaju jauh di turnamen.
Atmosfer menjelang pertandingan pun semakin menarik karena kedua tim memiliki karakter permainan yang berbeda. Inggris mengandalkan kedalaman skuad dan kualitas individu pemainnya, sedangkan Ghana dikenal dengan semangat juang tinggi serta kemampuan memanfaatkan serangan cepat.
Terlepas dari berbagai cerita yang beredar, perhatian utama tetap tertuju pada apa yang akan terjadi di lapangan. Ketika peluit pertandingan dibunyikan, hasil laga akan ditentukan oleh kemampuan para pemain dan keputusan yang mereka ambil selama 90 menit, bukan oleh mitos maupun cerita yang berkembang di luar sepak bola.