Jakarta, 10 Mei 2026 – Pemerintah Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan dan individu yang diduga membantu aktivitas militer dan pengadaan persenjataan Iran. Langkah tersebut diumumkan sebagai bagian dari upaya Washington memperketat tekanan terhadap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sanksi terbaru itu menargetkan beberapa entitas dan individu yang disebut berasal dari Iran, China, Belarus, hingga Uni Emirat Arab. Pemerintah AS menuduh pihak-pihak tersebut terlibat dalam membantu Iran memperoleh bahan baku, teknologi, serta dukungan yang berkaitan dengan program rudal balistik dan pesawat tanpa awak atau drone militer.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut beberapa perusahaan berbasis di China juga diduga menyediakan citra satelit yang digunakan untuk mendukung operasi militer Iran terhadap kepentingan AS di Timur Tengah. Washington menegaskan akan terus mengambil tindakan terhadap pihak mana pun yang dianggap membantu aktivitas militer Iran.
Langkah sanksi ini muncul di tengah situasi kawasan yang masih memanas akibat ketegangan di Selat Hormuz dan konflik berkepanjangan antara Iran dengan AS beserta sekutunya. Pemerintah AS juga disebut terus mendorong negosiasi baru terkait program nuklir Iran dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Selain pembatasan terhadap individu dan perusahaan, AS dikabarkan meningkatkan pengawasan terhadap jalur perdagangan dan transaksi internasional yang diduga berkaitan dengan Iran. Pemerintah AS memperingatkan bahwa perusahaan asing yang terlibat dalam aktivitas perdagangan ilegal dengan Iran berpotensi menghadapi sanksi serupa.
Di sisi lain, Iran selama ini menolak tuduhan bahwa program militernya mengancam stabilitas global. Teheran menilai berbagai sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS merupakan bentuk tekanan politik yang justru memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara.
Pengamat internasional menilai kebijakan sanksi terbaru ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama terkait pasokan energi dan jalur perdagangan internasional di kawasan Timur Tengah.