Jakarta, 25 Mei 2026 – Kepolisian menduga aksi sosok menyerupai pocong yang terlihat berlari terbirit-birit di kawasan Depok hanyalah bagian dari pembuatan konten media sosial. Video yang sempat viral di berbagai platform itu sebelumnya membuat warga sekitar heboh karena menampilkan sosok berpakaian putih menyerupai pocong berlari di area permukiman pada malam hari. Rekaman tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi masyarakat, mulai dari rasa takut hingga komentar lucu di media sosial. Setelah melakukan penelusuran awal, polisi menilai aksi tersebut lebih mengarah pada konten hiburan yang sengaja dibuat demi menarik perhatian publik di internet. Meski begitu, aparat tetap mengingatkan masyarakat agar tidak membuat konten yang dapat menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Dalam video yang viral, sosok berpakaian putih itu terlihat berlari cepat di jalanan sambil membuat sejumlah warga panik dan berteriak. Beberapa pengendara bahkan tampak kaget ketika berpapasan dengan “pocong” tersebut di tengah malam. Kejadian itu sempat membuat warga menduga ada aksi mistis atau upaya menakut-nakuti masyarakat secara sengaja. Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap lokasi dan informasi dari sejumlah saksi, polisi mulai menyimpulkan bahwa aksi tersebut kemungkinan besar hanyalah bagian dari konten hiburan untuk media sosial. Dugaan tersebut diperkuat dengan maraknya tren pembuatan video prank dan horor demi mengejar popularitas di platform digital.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan unsur tindak pidana serius dalam kejadian tersebut, namun proses penelusuran tetap dilakukan untuk memastikan identitas pelaku dan motif di balik aksi viral itu. Polisi juga mengingatkan bahwa konten yang menimbulkan kepanikan atau mengganggu ketertiban umum tetap bisa berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila terbukti meresahkan masyarakat. Pengamat sosial menilai fenomena semacam ini semakin sering terjadi seiring meningkatnya budaya viral di media sosial yang mendorong sebagian orang melakukan aksi ekstrem demi mendapatkan perhatian publik. Konten horor dan prank memang menjadi salah satu jenis video yang sering cepat menyebar di internet karena memancing rasa penasaran pengguna media sosial.
Warga sekitar mengaku sempat merasa takut dan bingung ketika video tersebut mulai ramai dibicarakan. Beberapa orang bahkan mengaku enggan keluar rumah pada malam hari setelah mendengar cerita tentang “pocong” yang berlari di kawasan mereka. Namun setelah polisi memberikan penjelasan awal bahwa kejadian itu diduga hanya konten media sosial, situasi perlahan mulai mereda. Meski demikian, masyarakat tetap berharap agar aksi serupa tidak kembali dilakukan karena dapat menciptakan keresahan, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia. Aparat juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi viral sebelum ada kepastian resmi dari pihak berwenang.
Kasus viral “pocong” di Depok kembali menunjukkan bagaimana media sosial dapat dengan cepat membentuk kepanikan publik hanya dari sebuah video singkat. Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konten hiburan di internet tetap perlu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Polisi kini masih terus mendalami identitas pihak yang membuat video tersebut sambil mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu menyesatkan. Di tengah maraknya budaya viral, kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dinilai semakin penting. Publik pun berharap kejadian serupa tidak kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.