Jakarta, 4 Juni 2026 – Pemerintah bersama operator perkeretaapian berencana mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan penumpang dan efisiensi operasional layanan kereta api di kawasan pusat Jakarta. Rencana tersebut muncul setelah Stasiun Karet dinilai memiliki sejumlah tantangan keselamatan akibat kondisi operasional dan tingginya aktivitas perjalanan kereta di jalur tersebut.
Stasiun Karet selama ini menjadi salah satu stasiun yang melayani perjalanan KRL Commuter Line dengan volume penumpang yang cukup tinggi. Namun, letaknya yang berada di koridor padat lalu lintas kereta membuat operasional stasiun menghadapi berbagai keterbatasan. Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko insiden apabila tidak diantisipasi melalui penataan yang lebih baik.
Melalui rencana integrasi dengan Stasiun BNI City, pemerintah berharap pelayanan kepada penumpang dapat dilakukan secara lebih aman dan nyaman. Stasiun BNI City memiliki fasilitas yang lebih modern dan dirancang untuk mendukung integrasi berbagai moda transportasi, termasuk kereta bandara, KRL, dan transportasi perkotaan lainnya. Dengan pemusatan layanan di satu titik yang lebih representatif, mobilitas penumpang diharapkan menjadi lebih efisien.
Selain aspek keselamatan, penggabungan tersebut juga bertujuan mendukung pengembangan sistem transportasi terpadu di Jakarta. Integrasi antarmoda menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan transportasi perkotaan agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dalam berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya. Keberadaan simpul transportasi yang terhubung dengan baik diyakini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Meski demikian, proses penggabungan akan dilakukan melalui berbagai tahapan perencanaan dan penyesuaian operasional agar tidak mengganggu pelayanan kepada pengguna kereta. Pemerintah dan operator terkait menyatakan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta memastikan kebutuhan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Dengan langkah tersebut, kawasan pusat Jakarta diharapkan memiliki sistem transportasi yang lebih aman, modern, dan terintegrasi untuk mendukung mobilitas perkotaan yang semakin berkembang.