Jakarta, 2 September 2026 – Aktor sekaligus penyanyi Anrez Adelio mengungkap pengalaman kurang menyenangkan yang pernah dialaminya ketika mencoba menjalankan bisnis. Ia mengaku pernah menjadi korban penipuan hingga uang yang telah dikeluarkannya dibawa kabur oleh pihak yang dipercaya. Pengalaman tersebut membuat Anrez sempat merasa trauma dan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait usaha. Meski demikian, kejadian tersebut tidak membuatnya sepenuhnya meninggalkan dunia bisnis.
Anrez menceritakan pengalaman itu ketika membahas perjalanan dirinya dalam mengelola usaha di luar aktivitasnya sebagai figur publik. Menurutnya, menjalankan bisnis memiliki tantangan yang berbeda dengan pekerjaan di industri hiburan. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika dirinya mempercayakan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah urusan bisnis, tetapi uang tersebut justru tidak kembali sebagaimana yang dijanjikan. Situasi tersebut membuat Anrez harus menerima kerugian sekaligus menghadapi rasa kecewa karena kepercayaan yang diberikan ternyata disalahgunakan.
Peristiwa tersebut juga membuat Anrez menyadari bahwa keberadaan rekan bisnis yang dapat dipercaya merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan usaha. Ia mengaku sebelumnya tidak selalu memikirkan kemungkinan terburuk ketika bekerja sama dengan orang lain. Pengalaman menjadi korban penipuan kemudian membuatnya lebih teliti dalam melihat berbagai tawaran maupun bentuk kerja sama. Ia mulai memahami bahwa keputusan bisnis tidak cukup hanya didasarkan pada rasa percaya, tetapi juga membutuhkan perhitungan, komunikasi yang jelas, dan kepastian mengenai kesepakatan kedua belah pihak.
Kerugian yang dialami Anrez sempat memberikan dampak terhadap keberaniannya untuk kembali menjalankan bisnis. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk memulihkan kepercayaan dirinya setelah uang yang digunakan untuk kepentingan usaha justru dibawa kabur. Rasa trauma tersebut membuatnya sempat mempertimbangkan kembali apakah dirinya masih ingin terjun ke dunia bisnis. Pengalaman itu menjadi pelajaran pribadi bahwa risiko dalam dunia usaha bisa datang bukan hanya dari kondisi pasar, tetapi juga dari hubungan dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Meski sempat trauma, Anrez tidak ingin menjadikan pengalaman buruk tersebut sebagai alasan untuk berhenti mencoba. Ia berusaha mengambil sisi positif dari kejadian yang dialaminya dengan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, kegagalan maupun kerugian merupakan bagian dari proses ketika seseorang mencoba membangun usaha. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu belajar dari kesalahan sehingga tidak kembali terjebak dalam situasi yang sama.
Kini, Anrez mengaku lebih selektif ketika mendapatkan tawaran kerja sama bisnis. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan hanya karena melihat peluang keuntungan yang ditawarkan. Berbagai hal yang berkaitan dengan modal, pembagian tanggung jawab, pengelolaan uang, serta pihak yang terlibat perlu dipastikan sejak awal. Sikap tersebut menjadi bentuk kehati-hatian setelah dirinya merasakan langsung kerugian akibat terlalu mudah memberikan kepercayaan dalam urusan bisnis.
Pengalaman tersebut juga membuat Anrez semakin memahami pentingnya memisahkan urusan pertemanan atau kedekatan personal dengan kepentingan profesional. Menurutnya, hubungan yang baik tidak selalu menjadi jaminan bahwa sebuah kerja sama bisnis akan berjalan tanpa masalah. Karena itu, setiap kesepakatan tetap perlu memiliki aturan yang jelas agar masing-masing pihak memahami hak dan kewajibannya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi kesalahpahaman sekaligus memberikan perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Di tengah kesibukannya di dunia hiburan, Anrez tetap membuka kemungkinan untuk mengembangkan usaha lain. Namun, pengalaman pernah kehilangan uang akibat penipuan membuatnya tidak ingin lagi mengambil risiko tanpa pertimbangan matang. Ia memilih untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya. Dengan lebih berhati-hati, Anrez berharap dapat kembali membangun bisnis secara bertahap tanpa mengulangi kesalahan yang pernah membuatnya trauma.
Kisah Anrez menjadi gambaran bahwa pengalaman kurang menyenangkan dalam bisnis dapat dialami siapa saja, termasuk figur publik yang memiliki banyak peluang kerja sama. Kerugian finansial memang dapat menimbulkan rasa kecewa dan membuat seseorang kehilangan kepercayaan untuk sementara waktu. Namun, pengalaman tersebut juga dapat menjadi pembelajaran apabila disikapi dengan evaluasi dan kehati-hatian. Bagi Anrez, pengalaman uang dibawa kabur itu kini menjadi pengingat agar setiap keputusan bisnis dilakukan dengan lebih teliti, terukur, dan tidak hanya mengandalkan kepercayaan kepada orang lain.