Jakarta, 30 Oktober 2026 – Rekaman percakapan antara masinis dan petugas pusat kendali perjalanan kereta api mengungkap sejumlah informasi penting menjelang kecelakaan maut dua kereta cepat di Spanyol. Insiden yang terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, tersebut menewaskan sedikitnya 69 orang dan menyebabkan banyak penumpang mengalami luka-luka. Rekaman audio yang dipublikasikan sejumlah media Spanyol memperlihatkan adanya instruksi untuk melanjutkan perjalanan meskipun sistem keselamatan kereta sedang mengalami gangguan. Percakapan tersebut melibatkan petugas pusat kendali Adif di Madrid serta masinis kereta AVE milik Renfe dan kereta Iryo. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah perintah agar kereta melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal setelah terjadi masalah pada sistem persinyalan otomatis. Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur keselamatan yang diterapkan sebelum kedua kereta mengalami tabrakan. Otoritas Spanyol kini menyelidiki rangkaian komunikasi tersebut untuk memastikan penyebab kecelakaan yang mengguncang jaringan transportasi nasional.
Kecelakaan terjadi di jalur kereta cepat Madrid-Sevilla, tepatnya di kawasan antara Mora dan Orgaz, sekitar 140 kilometer sebelah selatan Madrid. Kereta AVE milik Renfe yang mengangkut sekitar 397 penumpang menabrak bagian belakang kereta Iryo yang membawa 147 penumpang. Sebelum tabrakan, kereta Iryo dilaporkan berhenti karena mengalami gangguan sistem komputer yang memengaruhi pengoperasian perangkat keselamatan. Gangguan tersebut berkaitan dengan sistem LZB yang berfungsi mengatur dan mengawasi pergerakan kereta pada jalur berkecepatan tinggi. Ketika sistem mengalami masalah, sejumlah perjalanan kereta terpaksa dihentikan sementara untuk memastikan kondisi operasional. Namun, dalam perkembangan berikutnya, petugas pusat kendali memberikan izin kepada kereta tertentu untuk melanjutkan perjalanan menggunakan sistem persinyalan alternatif. Keputusan tersebut kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan karena tabrakan terjadi tidak lama setelah instruksi disampaikan.
Berdasarkan rekaman komunikasi yang beredar, pada pukul 08.36 waktu setempat petugas pusat kendali memberikan instruksi kepada masinis kereta AVE untuk memutus dan menghubungkan kembali sistem keselamatan LZB. Petugas kemudian mengarahkan masinis agar melanjutkan perjalanan menggunakan sistem perlindungan alternatif yang dikenal sebagai Blok Persinyalan Lateral atau BSL. Dalam percakapan tersebut, petugas menyampaikan bahwa perjalanan dapat dilanjutkan dengan kecepatan normal sesuai ketentuan operasional yang diberikan. Masinis sempat meminta penegasan mengenai instruksi tersebut karena terdapat perbedaan antara perjalanan dengan pembatasan kecepatan dan perjalanan normal. Petugas pusat kendali kemudian memberikan konfirmasi bahwa kereta diperbolehkan melanjutkan perjalanan seperti biasa. Pada jalur tersebut, kecepatan perjalanan dalam kondisi normal dapat mencapai sekitar 200 kilometer per jam. Instruksi inilah yang menjadi perhatian penyidik karena sistem keselamatan utama sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan.
Sekitar lima menit kemudian, tepatnya pukul 08.41, masinis kereta Iryo menghubungi pusat kendali untuk melaporkan masalah pada sistem transmisi dan keselamatan keretanya. Masinis menjelaskan bahwa kereta telah berhenti di depan sinyal masuk kawasan Urda setelah kehilangan komunikasi dengan sistem pengendali perjalanan. Petugas pusat kendali kemudian memberikan arahan mengenai prosedur yang perlu dilakukan untuk mengatasi gangguan tersebut. Meski telah menerima instruksi, kereta Iryo ternyata belum berhasil kembali bergerak karena sistem keselamatannya masih mengalami masalah. Pada pukul 08.48, masinis kembali menghubungi pusat kendali untuk menjelaskan bahwa kereta tetap tidak dapat melanjutkan perjalanan. Ia menyampaikan bahwa sistem tidak mengizinkan pengaktifan kembali perangkat keselamatan sehingga kereta masih berhenti di lokasi yang sama. Informasi tersebut menunjukkan bahwa pusat kendali telah menerima laporan mengenai posisi kereta Iryo sebelum tabrakan terjadi beberapa menit kemudian.
Tabrakan maut akhirnya terjadi sekitar pukul 08.53 waktu setempat ketika kereta AVE yang telah mendapatkan izin melanjutkan perjalanan menghantam bagian belakang kereta Iryo. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah dan sebagian terperosok ke lereng di sisi jalur kereta. Penumpang yang selamat menggambarkan situasi penuh kepanikan ketika benturan membuat barang-barang berjatuhan dan sejumlah orang terlempar dari tempat duduk. Sebagian korban dilaporkan terjebak di antara bagian gerbong yang rusak sehingga membutuhkan pertolongan petugas penyelamat. Tim darurat kemudian dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban dan memberikan penanganan medis kepada penumpang yang terluka. Proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi sulit karena tingkat kerusakan gerbong cukup berat dan akses menuju sejumlah bagian kereta terhambat. Tragedi tersebut menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, menyatakan bahwa gangguan teknis dan kemungkinan kesalahan manusia menjadi dua aspek penting yang sedang diperiksa dalam penyelidikan. Ia mempertanyakan keputusan yang memungkinkan kereta kembali melaju tanpa pembatasan kecepatan ketika sistem keselamatan utama belum sepenuhnya berfungsi. Menurutnya, izin melanjutkan perjalanan dalam kondisi tersebut memerlukan penjelasan yang menyeluruh berdasarkan prosedur operasional dan informasi yang tersedia saat kejadian. Namun, rekaman yang telah dipublikasikan belum tentu mencakup seluruh komunikasi antara masinis dan pusat kendali sebelum tabrakan. Oleh karena itu, penyidik masih perlu memeriksa rekaman tambahan, catatan pergerakan kereta, serta data dari perangkat perekam perjalanan kedua rangkaian. Penyelidikan juga diarahkan untuk memastikan apakah petugas pusat kendali telah menerima informasi yang cukup mengenai posisi kereta Iryo ketika memberikan izin perjalanan kepada kereta AVE. Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa penetapan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis dan proses hukum yang menyeluruh.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban. Pemerintah juga menghadapi desakan agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan jaringan kereta cepat, khususnya jalur Madrid-Sevilla yang telah beroperasi sejak 1992. Jalur tersebut diketahui masih menggunakan teknologi persinyalan LZB yang lebih lama dibandingkan sistem European Rail Traffic Management System atau ERTMS yang diterapkan pada sejumlah jaringan kereta modern. Penyelidik kini berupaya menentukan apakah kegagalan perangkat, prosedur komunikasi, atau kombinasi sejumlah faktor menyebabkan dua kereta berada pada jalur yang sama. Otoritas peradilan juga telah mengambil langkah untuk menjaga barang bukti, termasuk perangkat perekam perjalanan dan material dari lokasi kecelakaan. Rekaman percakapan yang terungkap menjadi petunjuk penting, tetapi belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menetapkan penyebab tragedi. Hasil penyelidikan diharapkan mampu memberikan kepastian kepada keluarga korban sekaligus menjadi dasar perbaikan keselamatan transportasi kereta api di Spanyol.