Jakarta, 4 Oktober 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) untuk memperluas pengelolaan transportasi publik hingga moda udara. Rencana tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem mobilitas Jakarta yang tidak lagi hanya bertumpu pada transportasi darat. Pemerintah Provinsi DKI ingin membangun konektivitas yang lebih luas dengan mengintegrasikan berbagai moda dalam satu ekosistem transportasi. TransJakarta diproyeksikan mengambil peran lebih besar dalam pengembangan tersebut. (rctiplus.com)
Pramono mengatakan gagasan tersebut berkaitan dengan pengembangan TransJakarta sebagai perusahaan transportasi yang memiliki cakupan lebih luas. Selama ini perusahaan tersebut identik dengan layanan bus rapid transit dan sejumlah layanan pengumpan di wilayah Jakarta. Ke depan, ruang lingkupnya dirancang tidak terbatas pada angkutan berbasis jalan. Pemerintah daerah melihat kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang seiring posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi dan kawasan metropolitan. (rctiplus.com)
Rencana transportasi udara tersebut disampaikan dalam konteks penataan kelembagaan badan usaha milik daerah di sektor transportasi. Pramono ingin pengelolaan transportasi Jakarta semakin terintegrasi sehingga masyarakat memperoleh pilihan perjalanan yang lebih efisien. Pengembangan moda udara akan menjadi bagian dari konsep tersebut apabila kajian dan persiapannya telah matang. Namun, rincian mengenai bentuk layanan, armada, rute, maupun waktu operasionalnya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. (rctiplus.com)
Pramono sebelumnya juga mendorong penguatan integrasi antara TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Ketiga moda tersebut mempunyai fungsi berbeda tetapi saling melengkapi dalam melayani pergerakan masyarakat di ibu kota dan kawasan sekitarnya. Integrasi diharapkan tidak hanya menyangkut jaringan perjalanan, tetapi juga sistem pembayaran, tarif, titik perpindahan penumpang, serta pengelolaan layanan. Dengan demikian, pengguna dapat berpindah moda secara lebih mudah tanpa menghadapi sistem transportasi yang terfragmentasi. (jakarta.go.id)
Pengembangan transportasi udara juga tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan regulasi dan standar keselamatan yang berbeda dengan angkutan darat. Setiap layanan penerbangan harus memenuhi ketentuan otoritas penerbangan sipil, termasuk aspek kelaikudaraan, sertifikasi operator, fasilitas pendukung, hingga pengaturan ruang udara. Karena itu, rencana tersebut masih membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait sebelum dapat direalisasikan. Pemerintah Provinsi DKI juga perlu memastikan skema bisnis dan manfaatnya sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Jakarta. (dephub.go.id)
Transformasi TransJakarta sendiri berlangsung di tengah tingginya kebutuhan angkutan umum di wilayah metropolitan. Perusahaan terus memperluas jaringan dan integrasi dengan moda transportasi lainnya untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Jika ekspansi ke moda udara terealisasi, cakupan bisnis TransJakarta akan mengalami perubahan cukup besar dibandingkan fungsi awalnya sebagai operator bus. Rencana itu sekaligus membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, pembiayaan, serta model pengelolaan yang berbeda dari operasional transportasi darat. (transjakarta.co.id)
Pemprov DKI belum mengumumkan jadwal pasti kapan layanan transportasi udara di bawah pengelolaan TransJakarta akan mulai diwujudkan. Tahapan berikutnya akan bergantung pada kajian teknis, regulasi, kelayakan bisnis, dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Pramono menempatkan gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun sistem transportasi Jakarta yang semakin terhubung. Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, TransJakarta berpotensi berkembang dari operator angkutan darat menjadi perusahaan yang mengelola pilihan mobilitas lebih beragam bagi masyarakat.