Jakarta, 29 September 2026 –
Kementerian Perhubungan menambah dua kapal untuk mendukung operasi evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang masih berada di dasar laut. Penambahan armada dilakukan untuk memperkuat operasi pencarian setelah tim gabungan menemukan sejumlah korban di sekitar bangkai kapal. Fokus pencarian kini tidak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga melalui penyelaman dan penyisiran bagian dalam kapal. Operasi tersebut melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, serta unsur terkait lainnya.
Dua kapal tambahan disiapkan untuk menunjang kebutuhan personel dan peralatan selama proses evakuasi bawah laut. Kehadiran armada tersebut diharapkan membantu mobilisasi penyelam sekaligus memperkuat dukungan teknis di sekitar lokasi bangkai Virgo Transport 8. Kondisi kapal yang berada di kedalaman sekitar 30 meter membuat proses pencarian membutuhkan peralatan dan prosedur keselamatan khusus. Jarak pandang yang terbatas di bawah permukaan laut turut menjadi tantangan bagi para penyelam.
Operasi pencarian semakin difokuskan pada bangkai kapal setelah tim penyelam berhasil mencapai sejumlah bagian di dalam Virgo Transport 8. Sebelumnya, penyelam telah menembus area kamar dan beberapa ruangan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terjebak. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi struktur kapal dan arus bawah laut. Setiap penyelaman juga harus memperhitungkan waktu kerja di kedalaman serta kebutuhan dekompresi bagi personel.
Bangkai Virgo Transport 8 sebelumnya ditemukan mengalami pergeseran sekitar 1,6 mil laut dari perkiraan lokasi awal. Perubahan posisi tersebut ikut memengaruhi strategi operasi karena tim harus kembali memetakan titik penyelaman dan jalur masuk yang dinilai aman. Selain pencarian langsung oleh penyelam, pemantauan bawah air juga didukung peralatan yang dapat membantu menggambarkan kondisi kapal. KRI Canopus menjadi salah satu unsur yang dikerahkan untuk mendukung pemetaan dan pencarian bawah laut.
Hingga perkembangan terakhir, operasi pencarian telah menemukan puluhan korban meninggal, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. Proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan juga terus dilakukan melalui tim Disaster Victim Identification. Data ante mortem dari keluarga dicocokkan dengan data post mortem untuk memastikan identitas korban secara akurat. Operasi pencarian tetap dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan di lapangan dan evaluasi tim gabungan.
Penambahan kapal dari Kementerian Perhubungan menjadi penting karena operasi bawah laut membutuhkan dukungan logistik yang lebih besar dibandingkan pencarian di permukaan. Kapal pendukung dapat digunakan sebagai basis bagi personel, penyelam, perlengkapan keselamatan, serta kebutuhan teknis lainnya. Koordinasi antarkapal juga diperlukan untuk menjaga area operasi tetap aman dari lalu lintas pelayaran. Seluruh unsur diminta mengutamakan keselamatan personel mengingat karakter pencarian di dalam bangkai kapal memiliki tingkat risiko tinggi.
Pemerintah memastikan operasi terhadap Virgo Transport 8 terus diarahkan untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan. Penambahan dua kapal diharapkan memperbesar kemampuan tim gabungan menjangkau bagian-bagian bangkai kapal yang sebelumnya sulit diperiksa. Evaluasi akan dilakukan secara berkala berdasarkan hasil penyelaman, kondisi cuaca, arus laut, serta perkembangan temuan di lokasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menuntaskan pencarian sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban.