Jakarta, 3 November 2026 – Aksi demonstrasi menolak konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi sorotan setelah muncul laporan kericuhan di sekitar lokasi acara pada Selasa malam. Ketegangan disebut melibatkan sekelompok massa yang menolak penyelenggaraan konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour. Dalam laporan awal, sejumlah peserta aksi disebut membakar kerucut pembatas lalu lintas atau traffic cone serta melemparkan petasan ke arah aparat keamanan yang berjaga. Namun, rincian mengenai tindakan tersebut, termasuk jumlah pelaku dan dampak yang ditimbulkan, masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari kepolisian. Aparat gabungan sebelumnya telah disiagakan untuk mengantisipasi gangguan keamanan karena penyelenggaraan konser mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat. Aksi tersebut berkaitan dengan keberatan terhadap rekam jejak Andrea Bocelli yang dinilai sebagian kelompok tidak sejalan dengan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Situasi ini membuat pengamanan kawasan JIExpo menjadi perhatian penting agar penyampaian aspirasi dan kegiatan masyarakat dapat berlangsung tanpa membahayakan keselamatan.
Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli sebenarnya telah muncul sebelum hari penyelenggaraan acara di Jakarta. Sejumlah organisasi masyarakat dan kelompok pendukung Palestina menyampaikan keberatan terhadap kehadiran penyanyi tersebut karena menyoroti dugaan keterlibatannya dalam kegiatan penggalangan dana yang mendukung militer Israel. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya juga meminta pemerintah mempertimbangkan pembatalan konser yang dijadwalkan berlangsung di Borobudur dan Jakarta. Keberatan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa penyelenggaraan pertunjukan perlu mempertimbangkan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina. Sementara itu, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa konser tetap dilaksanakan dengan mengusung pesan kemanusiaan dan perdamaian. Perbedaan pandangan tersebut kemudian berkembang menjadi rangkaian aksi protes di sejumlah lokasi menjelang pelaksanaan pertunjukan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa polemik konser tidak hanya berkaitan dengan kegiatan hiburan, tetapi juga menyentuh persoalan kemanusiaan dan kebebasan berekspresi. tirto.id+1
Pada Selasa siang, massa dari Global Peace Convoy Indonesia menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari gerakan penolakan terhadap konser Andrea Bocelli. Para peserta aksi membawa bendera Palestina dan mengenakan atribut solidaritas ketika menyampaikan tuntutan kepada pemerintah serta penyelenggara. Pembina Global Peace Convoy Indonesia, Bachtiar Nasir, menyampaikan keberatan karena menurutnya Andrea Bocelli belum menunjukkan dukungan yang jelas terhadap kemerdekaan Palestina. Ia juga mempertanyakan pesan kemanusiaan yang disampaikan dalam rangkaian konser tersebut. Demonstrasi di kawasan Patung Kuda menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi yang berlangsung sebelum pertunjukan dijadwalkan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Di sisi lain, perhatian aparat keamanan juga tertuju pada kawasan JIExpo Kemayoran karena lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan konser dan berpotensi didatangi kelompok penolak. Kepolisian melakukan persiapan untuk mengantisipasi pergerakan massa sekaligus menjaga akses keluar masuk pengunjung. iNews.ID
Sebanyak 2.411 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi serta kegiatan konser di kawasan Kemayoran. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi, membenarkan pengerahan ribuan petugas tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban. Aparat disiapkan untuk menjaga sejumlah akses menuju lokasi pertunjukan, mengatur pergerakan masyarakat, dan mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Pengamanan juga mempertimbangkan kemungkinan bertemunya peserta demonstrasi dengan penonton yang hendak memasuki arena konser. Kepolisian sebelumnya mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan orang lain. Terkait laporan pembakaran traffic cone dan pelemparan petasan, belum diperoleh keterangan resmi yang memastikan jumlah pelaku, korban, ataupun kerusakan yang ditimbulkan. Penanganan situasi tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk membedakan peserta demonstrasi damai dengan individu yang diduga melakukan tindakan melanggar hukum. JawaPos.com
Sebelum demonstrasi pada hari konser, kelompok Front Persaudaraan Islam DKI Jakarta juga telah menggelar aksi di kawasan JIExpo Kemayoran pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Aksi tersebut tidak hanya menyoroti rencana penampilan Andrea Bocelli, tetapi juga menyampaikan keberatan terhadap promosi minuman beralkohol dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut. Massa mendatangi sejumlah akses JIExpo dan meminta pengelola menurunkan spanduk promosi konser yang terpasang di sekitar pintu masuk. Permintaan itu kemudian ditindaklanjuti oleh pihak pengelola dengan menurunkan salah satu spanduk yang dipersoalkan. Perwakilan demonstran juga mengadakan audiensi dengan pengelola untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Berbeda dengan laporan ketegangan pada Selasa malam, aksi yang berlangsung pada akhir Oktober tersebut dilaporkan berakhir dalam keadaan aman dan kondusif. Rangkaian peristiwa itu menunjukkan bahwa penolakan terhadap konser telah berkembang selama beberapa hari dan melibatkan berbagai bentuk penyampaian aspirasi. MediaPers
Di tengah meningkatnya penolakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan mengikuti keputusan pemerintah pusat mengenai penyelenggaraan konser Andrea Bocelli. Pramono menjelaskan bahwa pihak promotor telah mengantongi izin dari sejumlah instansi terkait, termasuk kementerian, kepolisian, imigrasi, dan pengelola lokasi pertunjukan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul desakan dari sebagian anggota DPRD DKI Jakarta agar pemerintah meninjau kembali izin kegiatan. Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, meminta pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang menolak konser tersebut. Ia juga mendorong keterbukaan mengenai kemungkinan keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan acara. Sementara itu, promotor Shoemaker Live menyatakan bahwa konser tetap dilaksanakan sesuai jadwal setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan. Penyelenggara menegaskan bahwa pertunjukan tersebut juga dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dan perdamaian kepada masyarakat. ANTARA News+2
Polemik konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran menjadi perhatian karena mempertemukan aspirasi solidaritas terhadap Palestina dengan penyelenggaraan kegiatan seni internasional yang telah memperoleh perizinan. Di satu sisi, kelompok penolak menilai rekam jejak penyanyi tersebut perlu dipertimbangkan dalam menentukan kelayakan penyelenggaraan konser di Indonesia. Di sisi lain, promotor menegaskan bahwa pertunjukan merupakan bagian dari Romanza 30th Anniversary World Tour yang juga bertujuan memperkenalkan Indonesia sebagai lokasi kegiatan budaya berskala internasional. Perbedaan pandangan tersebut pada dasarnya dapat disampaikan melalui mekanisme demokratis selama tidak mengancam keselamatan masyarakat. Laporan mengenai pembakaran pembatas lalu lintas dan pelemparan petasan perlu ditelusuri secara objektif agar pihak yang bertanggung jawab dapat diidentifikasi berdasarkan bukti. Hingga informasi yang terverifikasi tersedia, belum dapat dipastikan apakah insiden tersebut menyebabkan korban luka, penangkapan, atau gangguan terhadap jalannya pertunjukan. Aparat keamanan diharapkan tetap mengutamakan perlindungan masyarakat, termasuk peserta aksi damai, penonton konser, dan warga yang beraktivitas di sekitar Kemayoran. Perkembangan penanganan insiden ini akan menjadi perhatian publik, terutama terkait kepastian situasi keamanan dan hasil pemeriksaan kepolisian terhadap dugaan tindakan kekerasan di sekitar lokasi konser. JawaPos.com+2