Jakarta, 23 Agustus 2026 – Sholat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur. Ibadah ini termasuk amalan yang banyak dilakukan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta menyampaikan berbagai permohonan dalam suasana malam yang lebih tenang. Setelah menyelesaikan sholat Tahajud, umat Islam dapat melanjutkannya dengan berdzikir dan berdoa sesuai tuntunan yang dipahami. Dzikir setelah sholat dapat dilakukan dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir, serta berbagai bacaan yang mengandung pujian kepada Allah SWT. Sementara itu, doa dapat dipanjatkan untuk memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, kemudahan urusan, perlindungan, dan kebaikan dunia maupun akhirat.
Salah satu bacaan yang dapat diamalkan setelah sholat Tahajud adalah istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Bacaan sederhana yang umum dibaca adalah “Astaghfirullahal ‘azhim” yang berarti “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.” Istighfar dapat dibaca beberapa kali sesuai kemampuan dan kebiasaan masing-masing. Setelah itu, seseorang dapat melanjutkan dengan membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Dzikir tersebut dapat dilakukan dengan tenang dan penuh penghayatan, bukan sekadar mengejar jumlah bacaan, sehingga seseorang dapat lebih menyadari makna dari ibadah yang sedang dilakukan.
Selain dzikir singkat, terdapat doa yang dikenal luas sebagai doa setelah sholat Tahajud yang memuat pujian kepada Allah SWT dan permohonan agar diberikan keteguhan serta pertolongan. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ
Latin: “Allahumma rabbana lakal hamdu, anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihinna.”
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkau adalah penegak langit, bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau adalah cahaya langit, bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau adalah Raja langit, bumi, dan semua yang ada di dalamnya.”
Doa tersebut juga dapat dilanjutkan dengan permohonan sebagaimana yang diajarkan dalam doa Nabi Muhammad SAW. Salah satu bagian yang sering dibaca adalah permohonan agar Allah menjadi satu-satunya tempat berserah diri serta mengakui kebenaran janji-Nya. Bacaan tersebut antara lain: “Antal-haqqu, wa wa’dukal-haqqu, wa qaulukal-haqqu, wa liqa’uka haqqun, wal-jannatu haqqun, wan-naru haqqun, was-sa’atu haqqun, wa Muhammadan haqqun.” Artinya, “Engkau adalah Yang Mahabenar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, hari Kiamat itu benar, dan Muhammad itu benar.” Bacaan tersebut mengandung pengakuan terhadap kebesaran dan kebenaran Allah SWT sekaligus menjadi pengingat mengenai kehidupan akhirat.
Setelah membaca dzikir dan doa, seseorang juga dapat menyampaikan permohonan secara pribadi menggunakan bahasa yang dipahami. Tidak ada keharusan bahwa seluruh doa setelah Tahajud harus menggunakan bahasa Arab, terutama ketika seseorang sedang menyampaikan kebutuhan pribadi kepada Allah SWT. Doa dapat berisi permohonan agar diberikan ampunan atas dosa, ketenangan hati, kesehatan, kelancaran pekerjaan, keberkahan rezeki, perlindungan keluarga, serta kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan. Waktu setelah sholat malam dapat digunakan untuk bermunajat dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan. Yang terpenting adalah menjaga adab berdoa, menghadirkan ketulusan, serta tidak menjadikan doa hanya sebagai rangkaian ucapan tanpa memahami makna yang disampaikan.
Dzikir setelah Tahajud juga dapat diisi dengan bacaan yang umum diamalkan setelah sholat, seperti membaca Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar. “Subhanallah” berarti “Mahasuci Allah”, “Alhamdulillah” berarti “Segala puji bagi Allah”, sedangkan “Allahu Akbar” berarti “Allah Mahabesar.” Bacaan tersebut menjadi bentuk pengakuan bahwa seluruh kesempurnaan dan kebesaran hanya milik Allah SWT. Seseorang juga dapat membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari amalan setelah sholat. Pelaksanaan dzikir sebaiknya dilakukan dengan tertib, tidak tergesa-gesa, dan disertai kesadaran bahwa setiap ibadah ditujukan untuk memperoleh rida Allah SWT.
Pada akhirnya, dzikir dan doa setelah sholat Tahajud bukan sekadar rangkaian bacaan yang dilakukan setelah salam, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual seorang Muslim dengan Allah SWT. Tahajud dikerjakan pada waktu malam ketika suasana relatif lebih sunyi sehingga seseorang dapat lebih mudah berkonsentrasi dan melakukan introspeksi. Setelah sholat selesai, dzikir dapat menjadi sarana untuk mengingat Allah, sedangkan doa menjadi kesempatan untuk menyampaikan harapan dan kebutuhan kepada-Nya. Bacaan Arab, latin, dan terjemahannya dapat membantu umat Islam memahami isi doa sekaligus menghayati pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan menjalankan Tahajud secara konsisten dan melengkapinya dengan dzikir serta doa yang tulus, seorang Muslim diharapkan dapat memperoleh ketenangan batin, meningkatkan ketakwaan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.