Jakarta, 27 Mei 2026 – PT Dirgantara Indonesia atau PTDI resmi melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026. Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah penyegaran organisasi sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan di tengah upaya pengembangan industri dirgantara nasional. Selain pergantian sejumlah posisi penting, perusahaan juga melakukan penyesuaian nomenklatur jabatan di level direksi guna menyesuaikan kebutuhan bisnis dan strategi perusahaan ke depan. Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena PTDI merupakan salah satu perusahaan strategis nasional yang bergerak di sektor pertahanan dan kedirgantaraan. Perubahan susunan pengurus juga terjadi di tengah catatan kinerja perusahaan yang disebut mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam susunan terbaru hasil RUPS tersebut, posisi Direktur Utama masih dijabat oleh Gita Amperiawan. Sementara itu, jabatan Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan mengalami perubahan nomenklatur menjadi Direktur Niaga dan Pengembangan yang tetap diisi oleh Mohammad Arif Faisal. Posisi Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM masih dipercayakan kepada Dhias Widhiyati, sedangkan jabatan Direktur Produksi tetap dipegang oleh Dena Hendriana. Perubahan tersebut dinilai sebagai langkah konsolidasi internal untuk memperkuat efektivitas pengelolaan bisnis perusahaan ke depan.
Di jajaran dewan komisaris, Mohamad Tonny Harjono masih menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan. Posisi Wakil Komisaris Utama tetap diisi oleh Bonar H. Hutagaol, sementara jabatan Komisaris Independen masih ditempati Yusron Ihza. Selain itu, jajaran komisaris diperkuat dengan keberadaan Oki Yanuar serta penambahan nama baru di struktur pengawasan perusahaan. Pergantian dan penyesuaian susunan komisaris tersebut disebut bertujuan meningkatkan pengawasan korporasi dan memperkuat arah strategis perusahaan.
Perombakan struktur pengurus PTDI terjadi di tengah upaya perusahaan memperluas pasar industri dirgantara, baik di sektor pertahanan maupun penerbangan sipil. Dalam beberapa tahun terakhir, PTDI aktif mengembangkan proyek pesawat nasional serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri. Penguatan struktur organisasi dinilai penting untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan industri global yang semakin kompetitif. Selain itu, perusahaan juga tengah mendorong efisiensi operasional dan peningkatan kapasitas produksi guna mendukung kebutuhan nasional di sektor aviasi dan pertahanan. Sejumlah pengamat menilai langkah restrukturisasi ini dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnisnya.
Di sisi lain, kinerja keuangan PTDI disebut menunjukkan tren positif dengan peningkatan laba bersih yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme terhadap prospek perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah dan pemegang saham berharap jajaran pengurus baru mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempercepat transformasi perusahaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi industri penerbangan modern. Publik kini menantikan langkah strategis yang akan diambil manajemen baru dalam memperkuat posisi PTDI sebagai industri dirgantara kebanggaan nasional.