Jakarta, 7 Mei 2026 — Rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow diberlakukan di ruas Tol Cikampek pada kilometer 23 hingga kilometer 28 guna mengurangi kepadatan kendaraan yang terjadi siang hari.
Penerapan contraflow dilakukan oleh pihak kepolisian bersama pengelola jalan tol setelah volume kendaraan meningkat dan menyebabkan antrean cukup panjang di sejumlah titik.
Dengan sistem tersebut, sebagian lajur dari arah berlawanan digunakan sementara untuk menambah kapasitas kendaraan menuju arah yang mengalami kepadatan lalu lintas.
Petugas di lapangan terlihat melakukan pengaturan arus kendaraan dan memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap mematuhi rambu serta arahan selama rekayasa lalu lintas berlangsung.
Kepadatan di ruas Tol Cikampek sendiri kerap terjadi pada jam-jam tertentu, terutama ketika volume kendaraan meningkat akibat aktivitas perjalanan antarkota maupun distribusi logistik.
Pengamat transportasi menilai penerapan contraflow menjadi salah satu solusi sementara yang cukup efektif untuk mengurai kemacetan, meski tetap membutuhkan pengawasan ketat demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pengendara juga diimbau menjaga kecepatan, tidak berpindah jalur sembarangan, dan tetap waspada karena kondisi lalu lintas berbeda dari pengaturan normal.
Pihak terkait menyatakan rekayasa lalu lintas akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan agar arus kendaraan dapat kembali normal secepat mungkin.