Badung, 2 Oktober 2026 – Billy Syahputra kembali menanggapi perselisihannya dengan petugas fasilitas toilet di kawasan Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung, Bali. Kali ini, Billy mempersoalkan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah putranya, Stefan Roman Kalesny, tanpa disamarkan. Ia menilai penyebaran rekaman tersebut telah menyangkut privasi anaknya. Billy kemudian menantang pihak pengelola untuk memperlihatkan rekaman CCTV secara utuh apabila ingin memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
Billy meminta pihak pengelola tidak hanya memperlihatkan potongan rekaman tertentu. Menurut dia, CCTV dari awal hingga akhir kejadian perlu dibuka agar masyarakat dapat melihat rangkaian peristiwa secara lengkap. Ia juga menyampaikan keberatan karena wajah Stefan terlihat jelas dalam video yang beredar. Persoalan privasi anak tersebut kini menjadi salah satu fokus Billy selain perbedaan versi mengenai insiden di lokasi.
Perselisihan bermula ketika Billy bersama anaknya selesai bermain di Pantai Dreamland pada Rabu (30/9/2026). Billy mengatakan Stefan ketika itu kedinginan dan tubuhnya dipenuhi pasir sehingga ia bergegas menuju fasilitas toilet untuk membersihkannya. Saat hendak menggunakan fasilitas tersebut, Billy terlibat adu mulut dengan petugas terkait pembayaran Rp10 ribu. Billy mengaku sempat mendapat dorongan ketika sedang menggendong anaknya, meski pihak pengelola membantah terjadi kontak fisik seperti yang diceritakan Billy.
Pemilik Dreamland Warung, Nyoman Wardana, sebelumnya menjelaskan setiap orang yang menggunakan toilet maupun fasilitas mandi dikenakan tarif Rp10 ribu dan diwajibkan membayar terlebih dahulu. Menurut pihak pengelola, aturan pembayaran di muka diterapkan karena sebelumnya terdapat pengunjung yang meninggalkan lokasi tanpa membayar. Manajemen juga menyebut rombongan Billy membayar Rp10 ribu untuk tiga orang sehingga tidak sesuai dengan tarif yang berlaku. Selain itu, Billy disebut sempat ditegur karena membersihkan anaknya di wastafel, bukan di dalam fasilitas bilas.
Mengenai dugaan dorongan, pihak pengelola memberikan keterangan berbeda. Nyoman menyatakan telah meminta penjelasan staf dan memeriksa rekaman CCTV, lalu menyimpulkan tidak terjadi aksi dorong-mendorong. Sementara Billy tetap menyampaikan versinya bahwa dirinya mendapat perlakuan yang dinilai tidak pantas saat sedang menggendong Stefan. Perbedaan keterangan tersebut yang kemudian mendorong Billy meminta rekaman CCTV diperlihatkan secara lengkap dan tidak hanya dalam bentuk potongan.
Meski sempat terjadi adu argumen, perselisihan di lokasi akhirnya mereda. Rekaman yang beredar memperlihatkan Billy dan petugas kemudian saling meminta maaf serta bersalaman setelah situasi ditengahi. Namun, persoalan kembali berkembang setelah pihak pengelola menyampaikan klarifikasi dan rekaman CCTV beredar di ruang publik. Billy menilai penayangan wajah anaknya tanpa sensor merupakan persoalan tersendiri yang tidak seharusnya terjadi dalam penyampaian klarifikasi.
Billy kini meminta agar apabila CCTV digunakan untuk menjelaskan kronologi, rekaman tersebut ditampilkan secara menyeluruh sehingga publik memperoleh konteks yang lengkap. Hingga kini terdapat perbedaan versi antara Billy dan pengelola mengenai dugaan dorongan serta kronologi sebelum adu mulut terjadi. Sementara itu, keberatan Billy terhadap penyebaran wajah anaknya menambah dimensi baru dalam polemik tersebut. Perselisihan yang awalnya berkaitan dengan penggunaan fasilitas toilet kini turut berkembang menjadi persoalan mengenai privasi anak dan penyebaran rekaman kejadian di ruang publik.