Jakarta, 26 September 2026 –
Perubahan cuaca yang tidak menentu selama musim pancaroba membuat tubuh perlu terus beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Kementerian Kesehatan mengingatkan sejumlah gangguan kesehatan seperti flu, batuk, influenza, diare, hingga demam berdarah perlu diwaspadai pada periode peralihan musim. Menjaga pola makan bergizi, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, beristirahat cukup, berolahraga, serta menjaga kebersihan menjadi bagian penting dalam mempertahankan kondisi tubuh. Buah dapat menjadi salah satu sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang mendukung pola makan sehat. Selain dimakan langsung, beberapa jenis buah juga dapat diolah menjadi jus, meskipun konsumsinya tetap perlu memperhatikan kandungan gula.
Salah satu pilihan yang mudah ditemukan adalah jus jeruk. Jeruk dikenal sebagai sumber vitamin C, salah satu mikronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi normal, termasuk fungsi sistem imun. Jus jeruk sebaiknya dibuat tanpa tambahan gula agar asupan gula bebas tidak meningkat berlebihan. Jika memungkinkan, buah utuh tetap dapat menjadi pilihan karena seratnya lebih terjaga dibandingkan ketika buah diperas atau disaring menjadi jus. WHO juga mengingatkan bahwa sebagian besar jus buah mengandung gula bebas dalam jumlah berarti sehingga konsumsinya perlu dibatasi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Pilihan berikutnya adalah jus jambu biji yang dapat menjadi variasi sumber vitamin dan senyawa alami dari buah. Jambu biji dapat diblender bersama air secukupnya tanpa menambahkan gula atau susu kental manis. Sebaiknya sebagian ampas tetap dikonsumsi agar serat dari buah tidak seluruhnya terbuang selama pengolahan. Kementerian Kesehatan menyarankan penggunaan buah yang masih segar ketika membuat jus dan menganjurkan variasi jenis buah agar tubuh memperoleh beragam vitamin serta mineral. Dengan demikian, jus tidak perlu selalu dibuat menggunakan satu jenis buah yang sama setiap hari.
Jus pepaya juga dapat menjadi alternatif, terutama bagi orang yang menginginkan minuman dengan rasa manis alami tanpa banyak bahan tambahan. Pepaya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta memiliki serat yang bermanfaat sebagai bagian dari pola makan seimbang. Teksturnya yang lembut membuat pepaya dapat diblender dengan sedikit air sehingga tidak memerlukan banyak tambahan pemanis. Kementerian Kesehatan bahkan memasukkan pepaya sebagai salah satu buah yang dapat dipilih untuk jus pada pagi hari. Namun, jus tetap tidak seharusnya menggantikan seluruh makanan utama karena tubuh membutuhkan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang beragam.
Pilihan keempat adalah jus tomat yang bisa dikonsumsi sendiri maupun dipadukan dengan buah atau sayuran lain. Tomat menyediakan berbagai zat gizi dan senyawa antioksidan sehingga dapat menjadi bagian dari pola konsumsi buah dan sayur yang beragam. Pengolahannya sebaiknya tidak menggunakan gula dalam jumlah banyak agar manfaat dari bahan segar tidak diikuti asupan gula berlebihan. WHO menekankan bahwa pola makan sehat seharusnya didasarkan pada keberagaman bahan pangan, termasuk buah dan sayuran, bukan bergantung pada satu makanan atau minuman tertentu. Bagi orang berusia di atas 10 tahun, WHO menganjurkan konsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran per hari.
Jus kelima yang dapat dicoba adalah kombinasi wortel dan jeruk. Wortel menambah variasi zat gizi dari sayuran, sementara jeruk memberikan rasa segar sehingga minuman dapat dibuat tanpa banyak tambahan pemanis. Kombinasi bahan berbeda juga menjadi salah satu cara memperluas variasi vitamin dan mineral yang dikonsumsi. Meski demikian, minuman seperti ini bukan obat untuk mencegah atau menyembuhkan infeksi dan tidak dapat menggantikan pola makan bergizi secara keseluruhan. WHO menekankan bahwa pola makan yang sehat dan beragam berperan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, sementara kesehatan juga dipengaruhi berbagai faktor lain.
Lima pilihan tersebut dapat menjadi variasi minuman selama pancaroba, tetapi jus bukan satu-satunya kunci menjaga daya tahan tubuh. Mengonsumsi buah dalam bentuk utuh umumnya memberikan keuntungan karena seratnya tetap terjaga, sedangkan jus perlu dibatasi terutama karena kandungan gula bebasnya. Selain memperbanyak variasi buah dan sayuran, masyarakat perlu mencukupi air putih, tidur cukup, melakukan aktivitas fisik, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kementerian Kesehatan juga menyarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala penyakit yang membutuhkan penanganan. Dengan kombinasi pola makan bergizi dan kebiasaan hidup sehat, kondisi tubuh dapat lebih terjaga ketika menghadapi perubahan cuaca selama musim pancaroba.